Layanan 4G LTE Dari Internux

Layanan 4G LTE Dari Internux yang merupakan perusahaan telekomunikasi pertama di Indonesia yang menerapkan sistem ini. Untuk merealisasikan hal tersebut, salah satu mitra yang diajak kerja sama adalah First Media.

Chief Marketing Officer Internux, Liryawati, mengatakan, pihaknya memilih First Media karena perusahaan tersebut punya pengalaman menggelar layanan berbasis data (internet). Padahal, First Media bisa menjadi kompetitor bagi Internux dalam menawarkan layanan 4G LTE.

Internux dan First Media, keduanya merupakan operator telekomunikasi pemegang lisensi broadband wireless access (BWA) yang memiliki izin frekuensi di 2,3GHz. Jika pada kemudian hari First Media menggelar 4G LTE, Liryawati mengatakan, Internux siap bersaing secara sehat.

Direktur First Media Dicky Moechtar mengaku, saat ini pihaknya mendukung technical assistant, penyediaan infrastruktur, data center, dan bantuan manajemen. Namun, ia tidak mengungkapkan nilai kerja sama antara kedua perusahaan itu. "Sementara untuk jaringan utama, radio, dan billing, dibangun sendiri oleh Internux," kata Dicky di sela acara peluncuran produk Bolt 4G LTE di Jakarta.

Internux telah meluncurkan produk Mobile Wi-Fi bernama Bolt 4G LTE. Cakupan jaringannya meliputi kawasan Jabodetabek yang ditopang oleh 1.500 menara BTS. Pada 2015 mendatang, Internux menargetkan memiliki 3.500 menara BTS.

Internux menyewa menara BTS dari lima penyedia, yaitu Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel), Iforte, Protelindo, Solusi Tunas Pratama (STP), dan Tower Bersama Group (TBG). Sementara untuk perangkat radio, Internux memilih produk Huawei.

Layanan 4G LTE dari Internux hanya dapat mengakses layanan data (internet). Ia tak dapat digunakan untuk layanan telepon dan SMS. Dari 30 juta penduduk di kawasan Jabodetabek, Internux menargetkan dapat memiliki 10 juta pelanggan.

Jaringan 4G LTE Internux berjalan di pita frekuensi 2,3GHz dengan menerapkan teknologi Time Division Duplex Long Term Evolution (TDD LTE). Di frekuensi tersebut, Internux menggunakan lebar pita 15GHz untuk menggelar 4G LTE.

Untuk menggelar 4G LTE, Internux berinvestasi senilai 550 juta dollar AS atau sekitar Rp 6,3 triliun, yang sebagian akan digunakan untuk ekspansi pada tahun 2014. Internux juga mendapat suntikan dana 1 juta dollar AS dari Mitsui Corp asal Jepang. Yang pasti 4G LTE lebih kenceng koneksi internetnya, dan terus terang saya sendiri juga berminat ingin memikikinya.

0 Response to "Layanan 4G LTE Dari Internux"

Posting Komentar