Pemeriksaan 10 Saksi Pemalsuan Dokumen

Kepolisian Daerah Metro Jaya sudah memeriksa 10 orang saksi terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen pembelian saham PT Garuda Indonesia yang menyeret nama Yulianis. Yulianis merupakan mantan anak buah Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, yang juga pernah dipercayakan menjadi Wakil Direktur Keuangan Grup Permai.

"Terkait kasus itu sudah ada 10 saksi yang diperiksa dari pelapor dan beberapa saksi lainnya," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Selasa (8/5/2012), di Mapolda Metro Jaya. Sementara pemanggilan terhadap Yulianis akan dilakukan sambil menunggu jadwal Yulianis yang masih sibuk memenuhi pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Hingga kini, kami belum memeriksa Yulianis karena menunggu kasus yang ditangani KPK dulu kan dia harus banyak menjalani pemeriksaan di sana," ucap Rikwanto.

Terkait dengan status tersangka Yulianis, Rikwanto menjelaskan bahwa sudah sejak laporan polisi dibuat pada bulan Oktober 2011, Yulianis disebut sebagai tersangka dan bukannya terlapor. "Hanya persoalan redaksional saja. Di situ ditulisnya tersangka, karena pihak pelapor dalam hal ini korban langsung meyakini tanda tangannya dipalsukan Yulianis sehingga oleh petugas SPK langsung ditulis tersangka bukan terlapor," papar Rikwanto.

Dia menjelaskan, penulisan terlapor dalam laporan polisi biasanya dilakukan jika pelapor merasa tidak yakin kesalahan apa yang dilakukan oleh oknum yang diadukannya. Sedangkan dalam kasus ini, pelapor sudah sangat yakin tanda tangannya dipalsukan. Kendati demikian, polisi, kata Rikwanto, tetap melakukan penyidikan kasus ini. "Nantinya, Yulianis akan dipanggil penyidik apakah sebagai saksi atau pun tersangka," ujarnya.

Seperti diketahui, Gerhana Sianipar, Direkktur Utama PT Utama Exartech Technology Utama melaporkan Yulianis ke Polda Metro Jaya pada Oktober 2011 dengan tuduhan memalsukan tanda tangan dirinya saat Grup Permai membeli saham Garuda.

Tanda tangan palsu itu berada di dua berkas pembelian saham Garuda yakni pada surat pemesanan saham Garuda dan surat kuasa pembukaan rekening saham diperusahaan pialang, PT Mandiri Sekuritas. Adapun, Exartech, perusahaan yang dipimpin Gerhana adalah satu dari lima perusahaan Nazarudin yang memborong saham Garuda senilai Rp 300,85 miliar.

0 Response to "Pemeriksaan 10 Saksi Pemalsuan Dokumen"

Posting Komentar