Anggota Komisi Perhubungan Marwan Jafar

Anggota Komisi Perhubungan Marwan Jafar meminta Rusia menjelaskan isu dugaan sabotase dalam kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100. Dia berpendapat, Kedutaan Rusia perlu dipanggil ke DPR untuk memberikan penjelasan mengenai rencana penyelidikan kecelakaan itu.

Ada juga tuduhan dari pihak Rusia ada sabotase dari Amerika. Jangan sampai kita jadi korban perang dingin antar dua negara ini, kata Marwan saat melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan komisi V di Gedung DPR, Senin 28 Mei 2012. Kedutaan Rusia dipanggil minimal atase perdagangan dan atase militer, lanjutnya.

Selain mengenai dugaan adanya kepentingan antara Rusia dan Amerika, Kedutaan Rusia juga perlu dipanggil terkait penyelidikan black box yang rencananya akan dibawa ke Rusia. Menurutnya, penyelidikan kotak hitam adalah wewenang KNKT. KNKT memiliki otoritas penuh terhadap penyelidikan Black Box ini. Sehingga tidak dapat di bawa ke Rusia," kata dia.

Marwan juga mengklarifikasi pernyataannya yang pernah menyebut Sukhoi belum pernah membuat pesawat komersil. "Ternyata Sukhoi sudah membuat pesawat komersil sejak 2004. Tapi memang kurang laku karena maintenance dan SDM-nya mahal," lanjutnya.

Sebelumnya, mengutip sumber anonim agen intelijen militer Rusia (GRU), tabloid terkemuka Rusia, Komsomolskaya Pravda mengungkapkan, ada dugaan intervensi dari pangkalan AS dekat Jakarta menyebabkan peralatan di dalam pesawat tak bisa dikendalikan.

Kami tahu AS memiliki peralatan khusus yang bisa memotong komunikasi dari pesawat atau mengintervensi parameter di pesawat. Misalnya, pesawat terbang pada ketinggian tertentu, namun karena intervensi, peralatan pesawat menunjukkan parameter lain," kata sumber, seperti dimuat situs The Moskow Times. Sukhoi yang dipiloti Alexandr Yablontsev menghilang dari layar radar setelah pilot meminta izin turun sebuah manuver berbahaya di kawasan pegunungan.

0 Response to "Anggota Komisi Perhubungan Marwan Jafar"

Posting Komentar