Kemacetan Di DKI Makin Parah

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan kemacetan di ibukota tidak akan separah sekarang jika sejak dulu transportasi berbasis rel sudah dikembangkan. Sistem itu bernama Jakarta Metropolitan Area Transportation. Yakni di masing-masing wilayah memiliki jalur kereta api.

Inilah yang menjadi koridor penunjang pengembangan kota Jakarta. Di sinilah di mana pola transportasi massal itu menjadi tulang punggung, kata Fauzi Bowo saat berkunjung ke kantor Redaksi salah satu media massa, di Menara Standard Chartered, Jalan Prof Dr Satrio, Casablanca, Jakarta, kamarin sore.

Menurut dia, jika yang dikembangkan sistem seperti itu, maka yang terjadi tidak seperti ini di mana jalan raya yang menjadi tumpuan. "Ini memang ada jalan rayanya juga, tapi tumpuan utama sumbu akses angkutan umum massal tadi, menurut Fauzi Bowo.

Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, mengaku mendapat kritik kenapa dia tidak menerapkan model seperti itu. "Tahun 1972 gue udah bikin kayak begini. Tapi ditolak sama pemerintah, karena nggak ada duitnya. Kalah sama jalan tol. Kalau sekarang mau dibuat seperti itu, Jakarta sudah padat. Sekarang bebasin tanah, cabut golok, menurutnya.

Oleh karena itu, dia mengungkapkan, jika ingin membenahi masalah transportasi di Jakarta, yang paling efektif adalah merivitalisasi sistem perkeratapian yang sudah ada. Seperti meningkatkan kapasitas daya angkut, dan membangun yang belum ada. Siapa yang mau jadi gubernur, kalau dia mengerti, pasti dia kesitu juga arahnya, tidak ada yang lain, kata Fauzi Bowo yang Blogger Palembang kutip melalui sumber media massa.

1 Response to "Kemacetan Di DKI Makin Parah"

  1. bener bangetz,,sangat menghawatirkan sekali,,di ibu kota negara kita,,,

    BalasHapus