PT Wajo Energy Jaya

PT Wajo Energy Jaya (WEJ) melakukan ekspose perkembangan perusahaan yang sudah berjalan sejak 2009. Ekspose itu berlangsung di rumah makan Glory, Kamis (29/9) malam. Namun, sejumlah kalangan menilai ekspose badan usaha milik daerah (BUMD) ini adalah semacam konfrontasi antara Koalisi Rakyat Bersatu (KRB) yang selalu menyuarakan sejumlah kebijakan yang dianggap menyimpang dan PT WEJ. “Ekspose semacam ini seharusnya dilakukan dari dulu.

Bukan karena adanya suara sumbang dari masyarakat, kemudian ekspose dilakukan,”kata Badan Pekerja Wajo Anti Corruption Committee (WACC) kepada SINDO,kemarin. Sementara itu Wakil Bupati Wajo Amran Mahmud dalam ekspose yang dilakukan bersama KRB, Pemkab Wajo, legislatif, dan PT WEJ mengatakan, perjuangan mendapatkan alokasi pemanfaatan potensi gas alam yang selama dalam perjalanan dikelola PT Energi Epic Equity Sengkang (EEES) selama 16 tahun,cukup panjang.

Dalam perjalanannya, Wajo mendapatkan bantuan dari pusat sambungan instalasi city gas. Pengalokasian dari perjuangan mendapat gas sebanyak 20 mmbtu dengan rincian 15 mmbtu dikelola PLN, 0,5 mmbtu untuk city gas, dan sisanya akan dikelola PT Wajo Energy Jaya. “Karena itu, kami berharap BUMD tetap berada pada rambu- rambu yang telah ditetapkan sehingga perjalanan Wajo Energy tetap jalan,”katanya.

Anggota KRB Sudirman memaparkan, teriakan LSM, masyarakat, dan pers yang tergabung dalam KRB selama ini bukan bermaksud menjatuhkan PT WEJ, melainkan melihat bagaimana perusahaan terebut bisa eksis dan memberikan manfaat bagi masyarakat. “Salah satu temuan tim kerja KRB di lapangan adalah pengelola keuangan yang dinilai menyimpang. Kami menyoroti itu karena kami peduli terhadap PT WEJ,”katanya.

0 Response to "PT Wajo Energy Jaya"

Posting Komentar