Achmad Taufik

Kepala UPTD Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan (PKLH) Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Achmad Taufik mengatakan, sudah dua hari titik api tidak terlihat di wilayah Sumsel. Berdasarkan pantauan Stasiun Bumi Satelit NOAA dan Modis, pada Kamis (6/10), titik api di Sumsel tidak ada. Bahkan, hingga pukul 10.00 WIB pada Jumat, titik api juga dinyatakan clear,” tegasnya kemarin.

Kendati Sumsel sudah dinyatakan bebas titik api penyebab kabut asap, tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dari Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi BBPT pusat kemarin tetap bekerja melakukan penyemaian garam atau natrium chlorida (NaCl) ke titik-titik atau lokasi lahan gambut yang diduga masih terdapat sumber panas, di antaranya Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Tim TMC BBPT masih tetap melakukan hujan buatan kendati tidak ada lagi titik api. Tujuannya sebagai usaha pendinginan di area lantaran ditakutkan masih ada sumber api dari bawah lahan gambut dalam yang tidak terdeteksi radar (satelit),”ujarnya. Kepala Seksi Observasi dan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Palembang Agus Santoso mengatakan, terhitung Oktober–November, wilayah Sumsel memasuki musim pancaroba, yaitu perpindahan musim panas ke musim hujan.

“Saat ini seluruh Sumatera diliputi awan,bahkan berdasarkan pantauan citra satelit, Rabu (7/10) hingga pukul 09.00 WIB, seluruh wilayah Sumsel bagian barat kondisinya tertutup awan cumulus nimbus yang mengandung uap air, dan sangat berpotensi menurunkan hujan dengan volume bervariasi, bisa masuk dalam kategori gerimis (d ibawah 3–4 mm), sedang, dan deras atau di atas 10 mm,”ujarnya. Mengenai jarak pandang wilayah daratan, Kota Palembang bisa dinyatakan normal, meski masih ada kumpulan kabut asap dalam jumlah kecil. Saat ini jarak pandang sekitar pukul 09.00 WIB mencapai 2 km.

“Hal itu disebabkan kondisi Kota Palembang saat ini masih meninggalkan sisa asap kebakaran lahan yang belum sepenuhnya hilang,”pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel Yulizar Dinoto mengucapkan terima kasihnya kepada semua pihak yang bekerja keras menekan penyebaran titik api penyebab asap di Sumsel.

“Setelah titik api di Sumsel hilang drastis dalam dua hari ini, maka semua tim operasi darat, seperti Regu Manggala Agni, Regu Polhut/SPORC, Satgas BPBD Sumsel,Tagana Dinas Sosial Sumsel, Satgas SAR Palembang, dan Tim BNPB pusat,sementara ditarik ke Kantor BPBD Sumsel pada posisi standbye. Selain itu, tim Water Bombing Helicopter juga ditarik sementara sembari menunggu arahan selanjutnya,” katanya.

Yulizar menambahkan, setelah ini pihaknya akan mengundang Kepala Dinas BPBD dari provinsi tetangga, seperti Jambi, Lampung dan Bengkulu, untuk diajak bekerja sama mempercepat proses penghilangan titik api penyebab kabut asap di provinsinya masingmasing. “Tujuannya agar provinsi tetangga tidak menjadi provinsi importir kabut asap ke Provinsi Sumsel,”ucapnya.

0 Response to "Achmad Taufik"

Posting Komentar