Wacana Seputar kasus korupsi

Di tengah penantian kedatangan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin ke Tanah Air, sejumlah kader Demokrat justru melemparkan wacana seputar kasus korupsi yang dilakukan partai politik lainnya. Para kader itu yaitu Anggota Dewan Pembina, Achmad Mubarok dan Ketua Departemen Bidang Advokasi dan Bantuan Hukum Partai Demokrat, Denny Kailimang.

Keduanya di kesempatan yang berbeda menyebutkan pengalaman korupsi Demokrat lebih kecil dibanding partai-partai yang telah lama berkuasa. Denny sendiri menekankan, jika Demokrat terbukti korupsi, yang melakukannya adalah oknum, bukan semua kader partai.

"Yang melakukan perbuatan ini (korupsi) adalah oknum dari partai. Ya, kalau dihitung-hitung semuanya siapakah yang lebih banyak? Tentu yang lebih lama berkuasa yang lebih banyak kan. Siapa? Ya, hitung sendiri siapa yang lebih banyak," ujar Denny saat menghadiri acara buka puasa bersama di Restoran Pulau Dua, Jakarta, Rabu (10/8/2011).

Hal senada juga diungkap Mubarok ketika hadir dalam acara buka bersama dengan Gerakan Muda Demokrat, Selasa (9/8/2011) kemarin. Ia menyatakan korupsi Demokrat lebih sedikit dibandingkan kasus korupsi lainnya.

"Demokrat, kan partai baru, kecil, belum pengalaman. Pengalaman korupsi baru sedikit, sudah ketahuan. Kalau kasus BLBI, Rp 1000 triliun, Demokrat belum lahir. Demokrat itu kecil," kata Mubarok.

Keduanya, kompak tidak menjawab secara jelas partai yang dimaksud berkuasa lebih lama. Mubarok justru hanya tertawa dan melemparkan sinyal pada awak media. "Anda tahu sendirilah. Kita tahu semualah tradisi buruk dari zaman baheula. Jadi Nazaruddin bisa menjadi pemicu membongkar mafia anggaran. Yang Demokrat itu kecil," tuturnya.

Berapakah nama yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi di Demokrat? Jawaban Mubarok, ia tak tak tahu. Tapi ia tetap menekankan kasus yang melibatkan kader Demokrat lebih kecil dibandingkan orang lain. Ia pun tak mau menyebutkan nama, yang bisa jadi terlibat dengan Nazaruddin.

"Kita enggak ngitung orang. Kita belum waktunya ngitung. Karena itu belum jadi fakta. Siapapun, kalau soal kebenaran, harus kita tindak. Kita tidak bicara orang. Pertama kepentingan negara, kedua kepentingan partai, kepentingan orang itu paling belakang," ucapnya.

Di akhir dari wacana tentang partai lama yang "berpengalaman korupsi" Denny menyebutkan bahwa pihaknya akan tetap terdepan mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengusut mafia anggaran dan kasus korupsi yang terjadi selama ini. Termasuk kasus Nazaruddin dan calo anggaran yang terjadi dalam Badan Anggaran di Parlemen.

"Kita dorong KPK mengungkap kasus ini. Diharapkan bahwa seluruh masyarakat juga mendukung. Demokrat tidak menghalangi. Nazaruddin silakan buka semua apa adanya. Tidak perlu dibungkam. Presiden dan Ketua Dewan Pembina kita sudah mengatakan itu silahkan bicara di hadapan hukum dan buktikan," tukasnya. Demikian catatan online Blogger Palembang yang berjudul Wacana Seputar kasus korupsi.

1 Response to "Wacana Seputar kasus korupsi"

  1. perlu pemeriksaan yang lebih akurat yang seadil adilnya terhadap setiap orang yang dianggap melanggar hukum.

    BalasHapus