Perlu cara berpikir yang baru

Perlu cara berpikir yang baru dalam mengembangkan ekonomi agar berdaya saing. Cara berbisnis pun tidak dapat hanya berjalan seperti biasanya (business as usual). Hal ini disampaikan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dalam Forum Sektor Jasa untuk Mendukung Pencapaian Pembangunan Indonesia di Jakarta, Jumat (15/7/2011).

"Forum ini sangat baik sehingga kementerian terkait dapat membangun pemahaman yang lebih baik dengan mengenali tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini di beberapa sektor jasa sehingga dapat menindaklanjuti pengembangan pembangunan dalam konteks MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia)," ungkap Mari.

Untuk itu, selama dua tahun terakhir, ia menuturkan, Kementerian Perdagangan telah bekerja sama dengan sejumlah kementerian untuk mengembangkan strategi demi memahami kepentingan nasional dalam perdagangan jasa-jasa.

"Sejumlah kajian empiris dan studi kasus telah diselesaikan, yang mencakup jasa bisnis, konstruksi, dan yang terkait, jasa pendidikan, jasa kesehatan, jasa tenaga kerja, jasa logistik, dan jasa komunikasi," sebutnya.

Tujuan utama dari kajian-kajian ini, lanjut dia, supaya bisa dikembangkan visi sektor jasa-jasa yang komprehensif. Pengembangan cetak biru dan program aksi yang akan mendukung MP3EI dan menciptakan sektor jasa-jasa yang efisien juga termasuk dari tujuan utama.

"Tantangan pada saat ini adalah mengembangkan visi sektor jasa-jasa yang komprehensif dan mengedepankan kepentingan nasional, yang berbasis dari kajian empiris yang tepat dan melibatkan semua stakeholders," ujarnya menambahkan. Demikian catatan online Blogger Palembang yang berjudul Perlu cara berpikir yang baru.

0 Response to "Perlu cara berpikir yang baru"

Posting Komentar