Isu kampanye pilkada

Meski kesehatan warga selalu menjadi Isu kampanye pilkada, namun masih sedikit kepala daerah yang benar-benar memperhatikannya. Bahkan, hanya 8 dari 30 kabupaten/ kota di Sumut yang memprogramkan jamkesda pada 2011. Kepala Seksi Jaminan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumut Alexander Gultom menyebutkan, delapan daerah yang memprogramkan jaminan kesehatan daerah (jamkesda) adalah Medan, Tanjung Balai, Dairi, Padang Sidempuan, Labuhan Batu, Asahan, Binjai dan Serdang Bedagai.

Sementara itu, Tobasa tidak lagi melanjutkan program ini. “Begitu pun Langkat, tidak disetujui DPRD-nya. Mungkin saja daerah yang tidak melanjutkan program Jamkesda dikarenakan beda kepemimpinan. Biasanya, beda kepemimpinan, berbeda pula kebijakannya. Itulah yang sebenarnya disayangkan pemerintah pusat,” ungkap Alexander belum lama ini. Dia memaparkan, pihaknya pernah melakukan pertemuan dengan kabupaten/kota untuk membahas wacana Jamkesda di masingmasing daerah, dengan proporsi 25% dari APBD provinsi dan 75% dari APBD kabupaten/kota.

Namun, pertemuan itu tidak membuahkan hasil. “Tidak ada kata sepakat dari pertemuan itu,sehingga untuk program ini bergantung kebijakan kepala daerah.Makanya ada yang tetap melanjutkan dan ada yang tidak melanjutkan, walau sebenarnya program itu penting,”ujarnya. Pengamat kesehatan, dr. Delyuzar, menilai bahwa apabila masyarakat miskin di satu daerah tidak tertampung di program Jamkesmas, maka pemerintah daerah itu berkewajiban menampungnya pada program jamkesda. “Harusnya seperti itu, karena sudah kewajiban pemerintah melindungi masyarakatnya.

Kalau tidak, berarti kepedulian kepala daerahnya terhadap kesehatan perlu dipertanyakan. Hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,”ujarnya. Di samping kepala daerah yang lebih peduli terhadap kesehatan masyarakat sesuai janjinya saat kampanye, masyarakat juga harus memantau janji itu. DPRD setempat juga harus memberikan dukungan. Demikian catatan online Blogger Palembang tentang Isu kampanye pilkada.

0 Response to "Isu kampanye pilkada"

Posting Komentar