Gol semata wayang

Gol semata wayang striker Jakarta 1928,Emanuelle De Porras,memupus ambisi Bintang Medan FC menjadi jago kandang di Stadion Teladan kemarin. Dengan kekalahan tersebut, skuad asuhan Michael Feichtenbeiner mengantongi rekor dua kali kekalahan dari lima pertandingan yang telah digelar. Dua di antaranya berakhir dengan kemenangan dan satu kali seri. Timpangnya skuad menjadi penyebab kekalahan tim berjuluk Soldier Kinantan sekaligus membuat rekor tidak terkalahkan di kandang pecah. Hasil ini tentu sangat disesalkan Bintang Medan. Dalam konferensi pers seusai pertandingan, Michael menuturkan, cederanya beberapa pemain inti menjadi penyebab kekalahan. ”Cosmin, Facharuddin dan Syamsul tidak dapat bermain. Itu merugikan tim kami.

Apalagi ditambahcederaya Amin(Kamoun) di pertandingan tadi (kemarin),tim lawan jadi sukses memanfaatkan peluang menjadi gol. Padahal di babak pertama, Amin berhasil membendungnya,”katanya. Absennya bomber asal Rumania Cosmin Vansea jelas merupakan kerugian. Betapa tidak, strategi memasukkan An Hyo Yoen menggantikan Cosmin tidak efektif. Meski dengan masuknya playmaker naturalisasi Gaston Salasiwa, dua peluang yang sudah di depan mata tidak mampu dimaksimalkan pemain asal Korea Selatan itu. “Kami sengaja memasukkan An menggantikan Cosmin, tapi memang belum begitu berhasil.Ada dua peluang yang tidak bisa dimaksimalkan, mungkin kurang beruntung.

Dengan keluarnya Amin,striker lawan (De Porras) mencetak satu gol,”sebutnya. Bagi Jakarta 1928 kemenangan itu sangat disyukuri. Pasalnya, dari tiga kali pertandingan sebelumnya, tim asuhan Bambang Nurdiansyah itu hanya mengantongi hasil seri.“Kami memang menginstruksikan pemain untuk memaksimalkan peluang.

Ini merupakan kemenangan pertama kami,” tukas Manajer Jakarta 1928 FC Ardi Thahjoko di tempat yang sama. Tampil tanpa tanpa sang kapten Syamsul Bahri dan striker asingnya, Cosmin Vansea tidak menjadi penghalang bagi Soldier Kinantan menekan sejak awal.Peluang pertama tercipta lewat aksi Yoseph Ostanika yang menerobos kotak penalti dan meneruskannya dengan umpan menyilang menit ke lima.

Namun, tandukan Gaston masih melambung di atas mistar gawang yang dikawal Rahmat. Menitke 17, AhnHeo Yanhampir sukses mengecundangi kiper lawan, tapi sayang, meski hanya tinggal berhadapan dengan penjaga gawang setelah lolos dari kawalan pemain belakang lawan, namun kontrol yang terlalu melebar membuat bola meninggalkan lapangan. Tidak itu saja, mantan pemain Persela Lamongan itu kebali gagal menanduk crossing matang Rohmat dan melambung di atas gawang lawan. Kedudukan berakhir imbang tanpa gol hingga wasit meniupkan peluit tanda babak pertama berakhir.

Di babak kedua,Amin Kamoun yang didera cedera memaksa Michael Feichtenbeiner menggantikannya dengan Sugiono di awal babak kedua.Sempat terjadi adu mulut antara Amin dan Bambang Nurdiansyah yang menganggap pemain asal Tunisia itu bermain kasar. Kejadian itu juga menandai panasnya atomsfer di pertandingan tersebut. PascaAmin ditarik, pertahanan Bintang Medan melemah. Keadaan itu berujung petaka untuk tuan rumah. Empat menit laga kedua berjalan De Porras sukses menjebol gawang Decky Ardian lewat tandukan kepala.

Keunggulan itu membuat tim asuhan Bambang Nurdiansyah semakin gencar menyerang.Imbasnya di menit 50 Bayo hampir menambah keunggulan setelah mendapatkan bola di kotak penalti, sayang tendangannya melenceng tipis. Bintang Medan yang tertinggal justru semakin melemah. De Porras dkk sukses menguasai lapangan tengah. Hingga peluit tandan babak kedua berakhir ditiupkan wasit Baharuddin Said,kedudukan tetap bertahan untuk keunggulan Jakarta 1928.

Laga yang berlangsung dalam tensi tinggi itu menyebabkan Baharudiin Said harus mengeluarkan empat kartu kuning, masing dua untuk pemain Jakarta 1928 Rahmat, Rusdi dan dua untuk Bintang Medan Sugiono dan Romi Agustiawan. Demikian catatan online Blogger Palembang tentang Gol semata wayang.

0 Response to "Gol semata wayang"

Posting Komentar