Sebanyak 13 kepala keluarga

Sebanyak 13 kepala keluarga yang bermukim di Dusun Kacci-Kacci, Kecamatan Tappalang, Mamuju, Sulawesi Barat, mengungsi karena rumah mereka terlanda gelombang pasang pada Kamis (13/1/2011) pagi.

Sekprov Sulawesi Barat HM Arsyad Hafid, MM, dalam rapat kerja pemerintah provinsi (Pemprov) Sulbar yang dipimpin Gubernur Sulbar H. Anwar Adnan Saleh, dan dihadiri seluruh kepala SKPD, kepala badan dan kepala biro, mengatakan, pihaknya segera menangani para warga yang kini tinggal di pengungsian.

"Kondisi ini harus segera teratasi sehingga warga bisa melaksanakan aktivitas dengan baik tanpa harus tinggal di pengungsian," katanya.

Menurut dia, Pemprov segera menurunkan tim penanganan bencana alam dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana dan Dinas Sosial.

"Saat ini juga tim yang ditunjuk segera meninjau lokasi untuk melihat dari dekat apa yang dibutuhkan masyarakat yang menjadi korban abrasi pantai itu," ucapnya.

Abrasi ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun sebanyak 13 KK kini hidup terkatung-katung karena rumah mereka tersapu gelombang pasang yang melanda Tappalang, sekitar 75 kilometer dari Kota Mamuju.

Berdasarkan informasi dari lokasi kejadian, kata Arsyad, sebanyak sembilan rumah warga di Dusun Kacci-Kacci, Desa Tampalang Kecamatan Tapalang, porak poranda dihantam gelombang pasang setinggi dua meter.

"Sembilan rumah yang poranda-poranda ini tidak dapat digunakan karena hancur disapu gelombang pasang setinggi dua meter yang datang dari perairan Sulawesi," katanya.

Sebelumnya, Agus salah seorang warga di Desa Tampalang mengatakan rumah warga di Desa Tampalang dihantam gelombang pasang karena tanggul penahan ombak yang selama ini melindungi rumah warga jebol dihantam gelombang pasang.

"Tanggul penahan ombak pelindung rumah warga sepanjang 200 meter jebol akibat hantaman gelombang pasang, kemudian gelombang pasang menghantam sejumlah rumah penduduk," katanya.

Peristiwa gelombang pasang tersebut mirip tsunami kecil karena air laut naik dan berubah menjadi gelombang tinggi yang menghantam rumah warga. Demikian catatan online Blogger Palembang tentang Sebanyak 13 kepala keluarga.

0 Response to "Sebanyak 13 kepala keluarga"

Posting Komentar