Refly Harun

Ketua tim investigasi dugaan suap di Mahkamah Konstitusi, Refly Harun, membantah apabila dianggap dirinya sengaja membuka kasus dugaan suap di MK karena masalah honor sebagai pengacara Bupati Simalungun JR Saragih. Saat Bupati Simalungun beperkara di MK, Refly merupakan kuasa hukum pasangan JR Saragih dan Nuriaty Damanik.

Ia pun membantah apabila dikatakan pertemuan Refly dan Saragih, yang kemudian menjadi awal terbukanya kasus suap di MK tersebut, merupakan inisiatifnya untuk meminta success fee dalam perkara Pilkada Simalungun yang tengah disidangkan di MK tersebut.

"Tidak benar saya ke sana minta success fee. Yang pertama saya diundang. Yang kedua tidak masuk akal success fee dibuat belum putusan," ujar Refly dalam jumpa pers di kantor KPK, Jakarta.

Refly pun membantah apabila success fee-nya sebagai kuasa hukum Saragih-Damanik senilai Rp 3 miliar. "Yang benar adalah Rp 250 juta. Dan dia (Saragih) minta dipotong Rp 150 juta. Yang tersisa tinggal Rp 100 juta," ungkap Refly.

Ia pun menjelaskan bahwa uang senilai Rp 3 miliar itulah yang ia tulis dalam testimoni sebagai dana yang diduga diberikan kepada hakim konstitusi di MK. "Karena yang bersangkutan bercerita kepada saya. Lalu kemudian ujungnya menjadi Rp 1 miliar. Demikian informasi dari Blogger Palembang tentang Refly Harun.

0 Response to "Refly Harun"

Poskan Komentar